RINDU



Hari yang cerah, dari kejauhan terdengar alunan takbir berkumandang bersahut-sahutan. Tanpa kusadari air mata ini mengalir dengan lancangnya.
Kuhirup napas dalam dan menghembuskan perlahan, agar sesak di hati ini semakin berkurang.

Hari ini tepat tanggal 1 syawal, hari bahagia yang selalu dinanti setiap tahun. Seharusnya hari ini aku dirumah, berkumpul bersama keluarga. Menikmati masakan ibu, berebut dengan adikku.
Saat lebaran seperti ini ibu selalu memasak makanan kesukaanku. Ada gudeg, krecek, tholo dan rangkaiannya.
Aahhh...kuhela napas, "andaikan virus ini tak pernah hadir di dunia ini, mungkin saat iki aku tengah berbahagia menyantap makanan kesukaanku"

Perlahan kutinggalkan ranjang ternyamanku, aku tidak boleh terus seperti ini. Tak perlu menyesali apa yang sudah terjadi. Alangkah lebih baik kalo kejadian ini kita ambil hikmahnya. Mungkin ini adalah salah satu cara Tuhan mengingatkan umatNya agar tetap menjaga keseimbangan bumi.
Bergegas menuju kamar mandi, membersihkan diri. Setelah ini aku akan menelpon ibu.
Ibuuu...maafkan anakmu yang tak disampingmu dihari bahagia seperti ini. Ibuuu...aku kangen, tanpa mampu berkata-kata ibu hanya memandangku lekat sembari tersenyum dan tanpa dia sadari air matanya pun ikut mengalir.
Kulirik meja disamping ibu, ternyata benar dugaanku bahwa ibu tetap memasakkan makanan kesukaanku meski aku tak pulang.
Ibuuuu...aku RINDU

oleh   : UTAMI ANDARINI
Guru SD Negeri Kropak Rongkop Gunungkidul

Komentar

Posting Komentar